Death or Dead
Penyebaran Virus
Selasa 28 Agustus 2018, Di sebuah
rumah sakit jiwa di tengah kota basar terdapat seorang yang bernama Lawson
Dimas dia adalah seorang anak blasteran belanda dan Indonesia. Lawson berada di
sana karena dia memiliki penyakit kejiwaan yang kronis, penyakit itu dia dapat
karena dia seorang pecandu berat dengan narkoba dan minum – minuman keras
hingga membuat mentalnya rusak, selain penyakit kejiwaan dia juga memiliki
penyakit kronis lain seperti HIV dan kangker yang menghinggap di tubuhnya,
mungkin hidup Lawson tidak akan lama lagi mengingat penyakit yang di deritanya
begitu banyak. Di penjara rumah sakit jiwa Lawson sering kabur dan mencuri obat
– obatan di rumah sakit bahkan dia juga memungut obat – obatan yang sudah tidak
layak pakai atau kadaluarsa. Waktu itu di dalam penjaranya yang gelap dia
meracik obat – obatan yang dia kumpulkan seperti obat penenang, obat sakit
kepala, obat diare, dan obat obatan yang lain dia juga mencampurkan cairan
alcohol dan spiritus ke ramuan gilanya itu, malam itu tanpa berfikir panjang setelah
racikan obatnya sudah jadi dia langsung meminum ramuan nya.
Entah kenapa setelah beberapa
menit yang terjadi tubuhnya merespon aneh dia muntah – muntah dan mengamuk – ngamuk tak karuan “aagghh.. Aagghh… Eeaagghh…” hingga tanpa sadar dia
membentur – benturkan tubuhnya ke kerangkeng sel tahanan dan membuat suara
gaduh yang membuat penjaga sel penasaran dan ingin menghampirinya. Obat –
obatan yang diracik oleh Lawson menyebabkan virus - virus HIV dan sel – sel
kangker di tubuhnya bermutasi menjadi sebuah virus aneh yang tiba – tiba langsung
menghentikan peredaran darah di jantungnya dan juga memecahkan pembuluh darah
di bagian lehernya hingga dia memuntahkan darah begitu banyak di mulutnya.
Tidak beberapa lama penjaga penjara datang dan terkejut melihat tubuh Lawson
tergeletak di lantai yang penuh dengan darah, perlahan penjaga mulai membuka
pintu sel dengan rasa ragu, dengan pelan dia mendekati tubuh Lawson, dia sudah
sangat dekat dan perlahan memegang kepalanya lalu menarik rambutnya hingga
wajahnya terlihat. “ Alamakk!! Ngeri kali wajah kau “ sebut penjaga sel karena
kaget saat melihat wajah Lawson yang penuh dengan darah.
Penjaga langsung melaporkan
kejadian tersebut kepada pihak rumah sakit untuk mengidentifikasi tentang
kematian Lawson Dimas. Lalu tim rumah sakit membawa jenazah Lawson ke ruang
otopsi Lawson di periksa oleh dokter laki – laki yang bernama Lukman dan suster
cantik bernama Nana. Saat itu suster Nana sedang di suruh memeriksa jenazah
lawson sebelum dokter Lukman datang karena doter lukman sedang mengurus jenazah
lain, perlahan dia membuka matanya dan menyorotkan senter kecil kearah matanya
terliahat putih matanya membiru dan agak kemerah – merahan lalu perlahan membuka mulutnya dan memeriksa
bagian mulutnya.
Tidak beberapa lama saat suster memegang
mulutnya tiba – tiba mata jenazah Lawson terbuka dan mengagetkan suster lalu
dengan cepat tiba – tiba Lawson menggigit tangan suster itu dan dengan reflek
cepat suster itu mengambil pisau bedah kecil dan langsung menusuk bagian kepala
Lawson hingga mencipratkan darah kebaju putihnya, perlahan dia melepas gigitan
Lawson dari tangannya, terlihat robekan kecil di tangan suster Nana dia pun
melepas bajunya yang penuh dengan darah dan hanya mengenakan sehelai baju kaos
tipis di tubuhnya. Dengan cepat suster Nana membersihkan semua cipratan darah
di ruangan itu dan tidak beberapa lama dokter Lukman pun datang. Suster Nana
merasa gugup perlahan mata dokter Lukman menjajah memandangi tubuh suster Nana
dari ujung kaki sampai kebagian payudaranya, Dia merasa bergairah saat melihat
suster Nana yang hanya memakai baju tipis dan sedikit curi pandang kebagian
dadanya. “siang dok!! “ sebut suster Nana dengan pelan “ iya!! Siang!!” jawab
dokter lukman dengan tegas. “Kenapa tangan kamu?? “ bicara dokter Lukman sambil
menunjuk tangan suster Nana yang di balutnya dengan kain “ anu tadi terkena
pisau pas lagi nyiapin alat” jawabnya dengan gugup “ mana sini saya lihat “
sebut dokter Lukman sambil meraih tangan suster Nana, perlahan membuka balutan
kainnya dan terlihat luka sedikit sobekan di tangan suster Nana, Tiba – tiba di
luka sobekan itu keluar sedikit darah “ berdarah lagi “ kata dokter dan dengan
cepat langsung mengisap tangan suster Nana, “ eh jangan dok!! “ kata suster
Nana, “ udah gak papa “ kata dokter lukman lalu menatap mata suster Nana.
Ternyata suster Nana juga
menyukai dokter lukman, Tak beberapa lama mereka saling pandang, perlahan wajah
mereka semakin mendekat dan mereka pun berciuman, perlahan tangan dokter lukman
meraba di bagian dada suster Nana dan langsung mendorongnya ke tempat tidur
yang kosong di ruangan itu. Mereka pun bercinta di ruang otopsi itu, tanpa
mereka sadari virus yang sudah menyebar di tubuh suster Nana dan dokter lukman
kembali bermutasi dan semakin ganas, di tambah dengan nafsu mereka yang kuat
membuat virus itu semakin banyak berkembang biak. Merekapun selesai melakukan
hubungan sex dan tidak menghiraukan jenazah Lawson yang tergeletak di tempat
tidur. Setelah pulang kerumah masing – masing mereka berdua merasa aneh tapi
mereka tetap tidak menghiraukan keadaan tubuhnya. Malam pun tiba dokter Lukman
kembali menghampiri apartemen suster Nana dan kembali melakukan hubungan sex,
virus itu semakin berkembang bermutasi dan semakin berbahaya. Selesai
berhubungan sex dengan suster Nana dokter Lukman pergi kesebuah diskotik untuk
minum – minum dengan temannya. Suster Nana merasa lelah, tubuhnya terlihat sangat
pucat, saat ingin tidur dia mengeluh – eluh karena perutnya sakit. Tiba – tiba
perlahan perutnya membesar, suter Nana sangat terkejut merasa kesakitan
perlahan perutnya sudah sangat besar hingga membuat daster tipis yang di
pakainya menjadi sobek, terlihat berutnya bergerak – gerak seperti ada yang
mendorong.
Rabu 29 Agustus
2018 Pukul 23.10 perut suster Nana semakin membesar lalu tiba – tiba sobek dan
muncul tangan yang penuh dengan darah. Rasa sakit luar biasa menyerang suster
Nana iya terkejut melihatnya hingga berteriak keras “aaaaaggghhh!!!” makhluk
yang ada di tubuhnya pun keluar, suster Nana pun tewas dengan perutnya yang
terkoyak – koyak. Moster itu terlihat mengerikan dengan kuping lancip seperti
elf dan tubuh kecil tapi berotot dengan gigi – gigi tajam dan rambut panjang
dengan botak di tengahnya, dia bergerak cepat dan langsung keluar menghancurkan
jendela apartemen. Kurang dari satu menit
tubuh suster Nana kembali bergerak dia seperti hidup lagi tapi bukan
sebagai manusia, Dia sudah menjadi Zombie yang lapar. Orang – orang di
apartemen yang tadi terkejut dengan teriakan Suster nana langsung menuju
kamarnya suster nana, dengan keras dia mengetuk – ngetuk pintunya tapi tidak
ada jawaban, vlalu perlahan membuka pintu kamarnya dan zombie suster Nana
dengan cepat langsung menerkam seorang laki – laki yang berada didepan pintu. Orang
– orang terkejut melihatnya terlihat suster Nana yang penuh dengan darah,
menidih seorang laki – laki dan menggigit bagian punggungnya, lalu ada seorang
laki – laki yang ingin memisahkan mereka dengan menarik bahu suster Nana dengan
kedua tangannya, dan Zombie suster Nana berbalik menyerang laki – laki di
belakangnya.
Kamis 30 Agustus 2018 Pukul 05:50
virus sudah menyebar di daerah apartemen suster Nana dan diskotik yang di
sebarkan oleh dokter lukman yang sudah berubah menjadi zombie dan sisanya di
sebarkan oleh anak zombie yang ganas. Jum’at 31 Agustus 2018 21 : 40 virus
sudah menyebar kesebagian kota pemerintah sudah menghimbau untuk semua lapisan
masyarakat dari semua stasiun televisi mau pun radio untuk segera mencari
perlindungan. Seluruh pasukan militer dan kepolisian sudah di kerahkan untuk
mengamankan, mencari dan mengavakuasi masyarakat. Kota jadi kacau, gedung porak – poranda
karena ledakan – ledakan dari geranat. Pemerintah ketakutan lalu menutup semua
akses keluar negeri agar Negara lain tidak ada yang tahu bahwa virus yang
mematikan dapat yang membuat orang menjadi zombie sudah menyebar di Negara ini.
Karena akan bahaya, mungkin Negara lain akan mengebom atom atau nuklir agar
seluruh Negara ini hancur supaya tidak menyebar kenegara mereka.
…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar