Kerusuhan di markas Tentara
Minggu 2
september 2018, pagi itu sekitar pukul 16 : 00 keadaan markas seperti biasa,
disiplin damai dan para prajurit yang sedang berlatih lalu setelah beberapa jam
tiba – tiba puluhan masyarakat rusuh dikejar sekelompok orang yang menyeramkan dengan pakaian compang – camping
dan bagian tubuh membusuk, seluruh terkejut saat melihat sekelompok orang itu
melakukan kanibalisme mereka menyerang menggigit lalu memakannya, seluruh
pasukan pun turun untuk mengamankan dan menyelamatkan masyarakat, mereka siap
dengan dengan persiapan senjata, disaat yang sama sebagian pasukan di panggil
pemerintah kekota untuk mengamankan kota yang kacau oleh serangan orang – orang
aneh, para pasukan mencoba melerai para zombie itu, mereka pikir zombie itu
hanya sekelompok orang gila dengan penyakit ganas yang lepas kendali, para
zombie tak menghiraukan omongan – omongan para tentara, tiba - tiba ada salah seorang
tentara yang terkena gigitan di bagian lengan, dan para tentara pun panik lalu
memutuskan untuk menembak mati mereka semua, para masyarakan di amankan ke
markas ada 2 orang tewas karena di makan oleh zombie itu dan 7 orang yang luka
– luka termasuk seorang tentara yang terkena gigitan tadi, mereka semua segera
di berikan pertolongan pertama oleh para tentara medis, lukanya cukup berat
karena berupa gigitan, setelah semua orang di obati, sebagian masyarakat yang
sehat ada yang pulang kerumah mereka dan ada yang masih merjaga di markas
tentara karena merawat sanak saoudara mereka yang sedang di istirahatkan di
markas tentara itu.
Malam
20 : 15 para pasien yang di rawan dan tentara sedang beristirahat dan sebagian
ada yang berjaga, seorang pasien pergi ketoilet keadaan tubuhnya aneh, di
toilet dia muntah - muntah darah, semua lubang di tubuhnya mengeluarkan darah
bahkan di daerah mata, saat dia keluar dari toilet dia sudah menjadi zombie,
tiba - tiba ada seorang wanita yang menyapanya "bapa kenapa??" tanaya
wanita itu karena heran melihat tubuhnya penuh darah, zombie itu hanya meraung
" aagghh!! " raungnya pelan, lalu wanita itu menyentuh pundaknya, dan
dengan nafsu lapar yang tinggi tiba - tiba zombie itu langsung menerkam wanita
itu dan menggigit nya di bagian pundak, wanita itu sontak berteriak "
Aaaa!! " teriaknya kencang hingga membangunkan semua orang yang ada di
markas, saat membuka kamar pasien ternyata semua pasien sudah menjadi zombie,
sebagian para zombie sudah menyerang orang yang sedang tidur, markas pun di
penuhi oleh zombie, keadaan markas kacau, semua orang panik, teriakan dan
raungan dimana - mana sampai suara tembakan terdengar di setiap sudut markas,
banyak tentara yang terjangkit dan berubah menjadi zombie, semua sudah menjadi
zombie dan hanya tersisa 3 orang prajurit yang masih bertahan leo, dimas dan
seorang kapten bernama laksono, mereka baru sadar bahwa gigitan itu dapat
menularkan virus yang membuat mereka menjadi zombie, mereka sudah terkepung karena
banyaknya zombie di markas, lalu kapten menyiapkan sebuah rencana untuk
menggiring semua zombie menuju hutan lalu meledakkannya, mereka keluar melalui
sebuah jendela kecil, satu persatu keluar hingga mereka bertiga dapat lolos
dari kepungan zombie itu, leo dan dimas mempersiapkan bahan peledaknya dan
kapten berusaha menggiring para zombie - zombie itu, saat sedang menggiring
tiba - tiba kapten laksono tersandung sesuatu dan iya terjatuh, dia hampir di
keroyok oleh para zombie - zombie itu seluruh peluru senjata yang ada di tagan
mereka sudah habis, dan kapten laksono hanya bisa pasrah lalu datang prajurit
dimas dengan membawa sebatang besi berukuran 1 meter, dia berhasil menyelamatkan
kapten laksono, "anda tidak papa kapten??" tanya dimas lalu tiba -
tiba dari samping seorang zombie menerkam bahu kiri dimas dan naas dimas
terkena gigitan," kapten cepat lari!! Aku akan menggiring mereka ke hutan,
tak apa, aku sudah terkena gigitan" bicara dimas lalu tersenyum, kapten
pun lari dan dimas mengamuk, memukul kepala zombie - zombie itu hingga pecah,
lalu ia berlarui menuju hutan di tempat pengumpulan peledak, " leo!!!
Berikan koreknya " teriak dimas, leo langsung mengambil korek di sakunya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar