Kamis, 03 Maret 2016

Death or Dead Part IV

Kerusuhan di markas Tentara

            Minggu 2 september 2018, pagi itu sekitar pukul 16 : 00 keadaan markas seperti biasa, disiplin damai dan para prajurit yang sedang berlatih lalu setelah beberapa jam tiba – tiba puluhan masyarakat rusuh dikejar sekelompok orang yang menyeramkan dengan pakaian compang – camping dan bagian tubuh membusuk, seluruh terkejut saat melihat sekelompok orang itu melakukan kanibalisme mereka menyerang menggigit lalu memakannya, seluruh pasukan pun turun untuk mengamankan dan menyelamatkan masyarakat, mereka siap dengan dengan persiapan senjata, disaat yang sama sebagian pasukan di panggil pemerintah kekota untuk mengamankan kota yang kacau oleh serangan orang – orang aneh, para pasukan mencoba melerai para zombie itu, mereka pikir zombie itu hanya sekelompok orang gila dengan penyakit ganas yang lepas kendali, para zombie tak menghiraukan omongan – omongan para tentara, tiba - tiba ada salah seorang tentara yang terkena gigitan di bagian lengan, dan para tentara pun panik lalu memutuskan untuk menembak mati mereka semua, para masyarakan di amankan ke markas ada 2 orang tewas karena di makan oleh zombie itu dan 7 orang yang luka – luka termasuk seorang tentara yang terkena gigitan tadi, mereka semua segera di berikan pertolongan pertama oleh para tentara medis, lukanya cukup berat karena berupa gigitan, setelah semua orang di obati, sebagian masyarakat yang sehat ada yang pulang kerumah mereka dan ada yang masih merjaga di markas tentara karena merawat sanak saoudara mereka yang sedang di istirahatkan di markas tentara itu.

            Malam 20 : 15 para pasien yang di rawan dan tentara sedang beristirahat dan sebagian ada yang berjaga, seorang pasien pergi ketoilet keadaan tubuhnya aneh, di toilet dia muntah - muntah darah, semua lubang di tubuhnya mengeluarkan darah bahkan di daerah mata, saat dia keluar dari toilet dia sudah menjadi zombie, tiba - tiba ada seorang wanita yang menyapanya "bapa kenapa??" tanaya wanita itu karena heran melihat tubuhnya penuh darah, zombie itu hanya meraung " aagghh!! " raungnya pelan, lalu wanita itu menyentuh pundaknya, dan dengan nafsu lapar yang tinggi tiba - tiba zombie itu langsung menerkam wanita itu dan menggigit nya di bagian pundak, wanita itu sontak berteriak " Aaaa!! " teriaknya kencang hingga membangunkan semua orang yang ada di markas, saat membuka kamar pasien ternyata semua pasien sudah menjadi zombie, sebagian para zombie sudah menyerang orang yang sedang tidur, markas pun di penuhi oleh zombie, keadaan markas kacau, semua orang panik, teriakan dan raungan dimana - mana sampai suara tembakan terdengar di setiap sudut markas, banyak tentara yang terjangkit dan berubah menjadi zombie, semua sudah menjadi zombie dan hanya tersisa 3 orang prajurit yang masih bertahan leo, dimas dan seorang kapten bernama laksono, mereka baru sadar bahwa gigitan itu dapat menularkan virus yang membuat mereka menjadi zombie, mereka sudah terkepung karena banyaknya zombie di markas, lalu kapten menyiapkan sebuah rencana untuk menggiring semua zombie menuju hutan lalu meledakkannya, mereka keluar melalui sebuah jendela kecil, satu persatu keluar hingga mereka bertiga dapat lolos dari kepungan zombie itu, leo dan dimas mempersiapkan bahan peledaknya dan kapten berusaha menggiring para zombie - zombie itu, saat sedang menggiring tiba - tiba kapten laksono tersandung sesuatu dan iya terjatuh, dia hampir di keroyok oleh para zombie - zombie itu seluruh peluru senjata yang ada di tagan mereka sudah habis, dan kapten laksono hanya bisa pasrah lalu datang prajurit dimas dengan membawa sebatang besi berukuran 1 meter, dia berhasil menyelamatkan kapten laksono, "anda tidak papa kapten??" tanya dimas lalu tiba - tiba dari samping seorang zombie menerkam bahu kiri dimas dan naas dimas terkena gigitan," kapten cepat lari!! Aku akan menggiring mereka ke hutan, tak apa, aku sudah terkena gigitan" bicara dimas lalu tersenyum, kapten pun lari dan dimas mengamuk, memukul kepala zombie - zombie itu hingga pecah, lalu ia berlarui menuju hutan di tempat pengumpulan peledak, " leo!!! Berikan koreknya " teriak dimas, leo langsung mengambil korek di sakunya

Death or Dead Part III



Agghh!! Tidak!! Mereka Zombie

Senin 4 september kami pun pulang dari liburan yang penuh petualangan, Sepulangnya di gunung kami sampai di desa terakhir, Terasa aneh disana semuanya terlihat sepi dan tidak ada satu orang pun, dan terpaksa kami harus jalan kaki untuk menuju desa berikutnya di perjalanan terlihat dari jauh sebuah mobil jeep berukuran sedang  yang terparkir di tengah jalan, kami pun berteriak-teriak untuk minta tumpangan, sesampai disana terlihat di kaca mobilnya ada dua orang yang berada di dalam mobil itu. Perlahan tofan mengetuk kaca mobil itu “ Misii mas!! Om!! Boleh minta tumpangannya gak “ tak ada jawaban, dan adit tiba langsung membuka pintu mobil itu, tercium bau busuk dan terlihat dua orang yang tubuhnya hancur penuh dengan darah yang satu tidah memiliki kaki dan yang satu kepalanya terkoyak, para wanita pun terkejut dan berteriak melihatnya, tiba – tiba mayat itu bangun dan meraung ranung “ Agghh!! Agghh!! “ dengan tubuhnya yang hanya sepinggul dia terus meraih-raih kami hingga jatuh ke tanah dan terus mengejar kami dengan langkah pelan mengesot, terlihat wajah yang menyeramkan seperti terkoyak – koyak dan membusuk , giginya menguning agak kehitaman penuh dengan air liur seperti bernafsu untuk memakan kami, aku pun reflek mengam bil batang kayu yang agak besar berada di kaki ku lalu memukul kepalanya hingga pecah “ Aaa!!! “ teriak miya dan yuni sambil menutup mata mereka . darah pun berserakan dimana-mana. Dan tinggaal satu orang lagi di dalam mobil, aku perlahan mendekatinya dengan ditemani oleh adit. Dengan rasa gugup aku bersiap untuk memukulnya dan adit membuka pintunya “ Oke siap 1.. 2.. 3.. “

Pintunya pun terbuka dan mayat orang itu terjatuh, ternyata mayat itu tidak hidup terlihat kepalanya yang sudah hancur dan terkoyak , bagian kepala sebelah kirinya hancur matanya lepas dan bagian otak yang porak – poranda, aku pun menyeret mayat itu dan memeriksa bagian mobilnya lalu membersihkannya “ aman!! “ Teriakku kepada miya, yuni, dan tofan . terdengar suara raungan di semak – semak di belakang mereka. “ aggh!! Agghh!! “ terlihat 3 orang laki – laki dengan tubuh membusuk mendekati mereka dengan berjalan menyeret “ ayoo!! cepat kesini awas di belakang kalian!! “ teriakku sambil menunjuk kearah belakang mereka, aku langsung masuk kedalam mobil itu, “ dit cepat buka semua pintu ” perintah ku kepada adit, aku terus berusaha menghidupkan mobilya, dan setelah mereka semua masuk akhirnya mobil itu bisa hidup “ Tutup pintunya “ perintah ku pada semua, aku langsung mengginjak gas dan meinggal kan mayat hidup itu, “ huuh gila, hampir aja “ sebutku sembari menghela nafas, “ Mereka semua itu zombie “ teriak pelan yuni kepada ku. “ van!! Tu bensin cukup gak sampe kekota “ bicara adit sambil menunjuk kearah pengukur bahan bakar, dan terlihat hanya seperempat dari penuh “ mungkin gak cukup “ jawabku pada adit. Di tengah obrolan kami “ dit!! Kenapa tuh?? “ Tanya ku pada adit yang terlihat di tengah jalan menpat orang yang sedang jongkok mengelilingi seseorang.

Kami pun berhenti kira – kira jaraknya 20 meter dari tempat orang itu berkumpul tadi, orang – orang itu pun berdiri menghadap kami, terlihat wajah dan tubuh mereka semua yang menyeramkan penuh dengan darah dan luka di tubuhnya, baju compang – camping dengan keadaan tubuh membusuk. “ Mereka menyeramkan sekali “ sebut yuni pelan dengan rasa takut. Di tengah jalan itu mereka sedang memakan seorang wanita gemuk terliaht isi perut yang berhamburan dan kepala yang terkoyak, mereka seperti kanibal dengan nafsu makan yang kuat, dengan cepat mereka mendekati kami dengan langkah menyeret, “ Mereka mendhekat!! “ teriak pelan miya “ iya tabrak aja van!! “ perintah adit padaku. Aku langsung menginjak gas “Aaaaaa!! “ teriak kami semua  dan menabrak dua orang di depan kami,  darah pun berhamburan di kaca mobil dan juga sebuah tangan menyangkut di kap depan mobil, zombie tadi masih mengejar kami dan aku pun menambah kecepatan hingga meninggal kan zombie – zombie yang menyeramkan tadi, dia terus mengejar tetapi kami lebih cepat dan akhirnya zombie itu tertinggal jauh.

Kami terus berjalan dengan menaiki jeep yang kami pakai tadi, bensin pun sudah hampir habis, di depan jalan terlihat sebuah markas Tentara dan aku berniat untuk singgah di sana karena melihat keadaan bahan bakar yang tidak mencukupi untuk sampai ke kota, mungkin saja ada orang yang masih hidup disana, tapi sialnya hanya tinggal berjarak 100 meter lagi ketempat tujuan mobil itu mogok karena kehabisan bensin dan terpaksa kami harus jalan kaki ke tempat markas Tentara itu, perlahan kami mulai melihat keadaan sekeliling memastikan aman untuk keluar dari mobil, perlahan Adit mulai membuka pintu pertama kali lalu aku, Miya , Tofan dan kemudian Yuni. “ Ayo kita harus cepat sebelum ada zombie lain yang mengejar kita “ perintah ku pada mereka.
Kami langsung bergegas lari menuju markas tentara itu dan berharap ada orang yang masih hidup dan bisa membantu kami untuk pulang kekota. Sesampai didepan pagar markas tentara kami berteriak, “ woyy!!! Wooyy!! Tolong!! Tolong!! “ teriak kami sambil menggoyang – goyang pagar dan memukulnya dengan sebilah kayu yang ku bawa tadi. Ternyata teriakan kami dan suara berisik yang kami buat memancing seorang zombie keluar dari hutan yang dekat dengan markas tentara, Terlihat zombie dengan memakai pakaian tentara yang compang – camping, tubuh dan wajahnya membusuk sama seperti zombie – zombie lain, kami semua terkejut raunggannya membuat kami merasa takut “Eaaagghh….. Eegghh.. Aaaahhh...” raung zombie itu dengan raut wjah yang penuh nafsu ingin memakan kami. Aku mencoba mengayun – ayunkan tongkat ku di hadapan zombie itu tapi tetap tidak ada pengaruhnya dia terus maju dan kami terus mundur, teman – teman ku berada di belakang berlindung dengan ku, lalu ada satu zombie lagi muncul dari arah yang sama , kami semakin terpojok.

Dan dengan rasa takut aku memejamkan mataku berniat untuk memukul zombie itu “Aaaa!!” teriakku “Duuss!! Duss!!” tiba – tiba terdengar dua letusan dari belakang dan saat aku membuka kedua mataku zombie itu sudah mati dengan kepala yang pecah akibat luka tembakan, kami semua menoleh kebelakang keasal suara letusan itu dan terlihat dua orang tentara yang satu sedang memegang pistol dan yang satunya memegang sniper, “huuhh!! Syukurlah” bicaraku pelan sambil menghela nafas, “pak tolong kami!!” bicara yuni kepada tentara itu, lalu seorang tentara membukakan kunci pagar, tanpa pikir panjang kami pun bergegas masuk kedalam markas tentara itu, kami di antar ketempat peristirahatan didalam ruangan markas tentara, di sana kami di sambut oleh seorang wanita kira – kira berumur 50 tahun dia seorang tukang masak di markas tentara ini, kami di suguhkan makanan – makanan dan tempat istirahat  disaat makan tentara senior bercerita mengapa mereka hanya tersisa bertiga di markas tentara ini.

Death or Dead Part II



Survive

Rabu 29 Agustus 2018, Pagi ini langit sangat gelap hari begitu mendung, “Yah!! Mau hujan ya, Harus cepet – cepet nih entar kehujanan lagi, Ga bisa kuliah, heemm!!“ Nama aku Revan Saputra, Aku seorang mahasiswa biasa yang sukanya traveling dan berpetualang, aku tinggal di sebuah kost kecil, orang tua aku dan keluarga aku semuanya di kampung, di saat – saat petualangan aku ditemani oleh sahabat – sahabat terbaik aku Miya, Tofan, Yuni, dan Adit. Miya adalah cewe belasteran indo – jepang ibunya jawa dan bapaknya asli kelahiran jepang jadi bentuk fisiknya agak menjurus kejepang badannya putih mukanya manis dengan giginya gingsulnya, Memiliki poni rata dan rambut panjang lurus kebawah. Orangnya manis cantik tapi kalo ngomong lucu, kalo ngomong jawanya keluar medok banget trus kalo dia senyum atau ketawa itu manis gingsulnya keliatan bikin ngangenin.

Trus si Tofan, Tofan adalah mahasiswa aktif di pencinta alam, orangnya ganteng kami sering nyebut dia anak gunung hobinya kemping sama naik gunung. Trus si Yuni dia juga mahasiswa aktif tapi di olah raga bulu tangkis (Badminton), orangnya cantik, berambut pendek memakai behel di giginya, orangnya agak cuek dan suka marah – marah. Trus yang terakhir Adit, dia gak kuliah karena sibuk ngurusin kafenya sendiri, dia pemilik kafe di dekat kampus, tempat dimana aku kerja sambilan, ya bisa di bilang dia itu boss aku, tapi dianya gak mau di panggil boss mungkin karena gak enak aja, soalnya aku sama adit yang membangun kafe itu dari nol dan modalnya dari bokapnya adit. Aku akrab banget sama bokap dan nyokapnya adit dan udah di anggep kaya keluarga sendiri, kadang aku juga suka numpang makan kerumah adit kalo lagi boke.

Sore itu kami semua lagi ngumpul – ngumpul di kafenya Adit, Trus ngomongin tentang rencana Traveling karena saat ini lagi liburan. Rencananya sih kami pengen kepantai, santai sambil bakar – bakar tapi si tofan ngasih usul buat survive di gunung,

Tofan :  “Bosan ah pantai mulu, kita survive di gunung aja 4 hari gimana?? disitu juga deket pantai kok. Berani gak?? “

Yuni : “Gila lo fan 4 hari di gunung ngapain aja”

Aku : “ Perjalanannya jauh yun “

Tofan : “ iya!! Bener tuh si Revan. Jalan kesananya kira – kira hampir satu hari .soalnya jalan kaki gak bisa pake alat trasportasi “

Yuni : “ ohh gitu!! “

Miya : “ itu jalannya satu hari nonstop apa ndha!! Klo kita ndha istirhat bisa mati tau , Hhahah… “

Tofan : “ yaialah istirahat, nanti disana ada dua pos peristirahatan . di tengah hutan sama di pinggir danau. Klo di tengah hutan ada peristirahatan seperti rumah pohon, kalo di pinggir danau biasa aja tapi danaunya keren airnya jernih banyak ikannya di jamin aman gak ada buayanya, hahah… “

Tofan pun menceritakan semuanya tentang gunung itu, dan akhirnya kami semua sepakat untuk liburan kegunung itu adalah Mahaganang, gunung tertinggi di Negara ini. Kami membagi team untuk mempersiapkannya pertama aku dan tofan mempersiapkan peralatan naik gunung seperti camp, matras, alat masak portable dan lain lain, sedangkan miya dan yuni mempersiapkan bahan pangan yang instan dan mudah dibuat, seperti mie instan , sardine kaleng, kornet dan lain-lain, trakhir si adit mempersiapkan alat trasportasi seperti mobil, tiket kereta dan lain-lain. Rencananya kami akan berangkat mulai  rabu 29 agustus 2018 dan pulangnya hari Senin tanggal 3 sebtember 2018

Pagi buta pukul 04:30 semua barang sudah kami packing dan semua orang sudah lengkap kami pun langsung pergi ke stasiun kereta sayonara kira - kira 4 jam waktu tempuh yang di perlukan untuk sampai kedaerah gunung itu berada dengan naik kereta dari kota kami, setelah 4 jam berlalu kami pun sampai di kota kecil dekat gunung mahaganang dan kami harus naik mobil lagi untuk sampai ke desa terakhir yang bisa di lewati dengan alat trasportasi. Kira – kira sekitar satu jam. Di perjalanan pemandangannya sangat indah dan tidak terasa kami sudah sampai di desa terakhir. Dan sisanya kami harus jalan kaki untuk bisa sampai ke puncak gunung mahaganang.

Death or Dead

Death or Dead

Penyebaran Virus 

Selasa 28 Agustus 2018, Di sebuah rumah sakit jiwa di tengah kota basar terdapat seorang yang bernama Lawson Dimas dia adalah seorang anak blasteran belanda dan Indonesia. Lawson berada di sana karena dia memiliki penyakit kejiwaan yang kronis, penyakit itu dia dapat karena dia seorang pecandu berat dengan narkoba dan minum – minuman keras hingga membuat mentalnya rusak, selain penyakit kejiwaan dia juga memiliki penyakit kronis lain seperti HIV dan kangker yang menghinggap di tubuhnya, mungkin hidup Lawson tidak akan lama lagi mengingat penyakit yang di deritanya begitu banyak. Di penjara rumah sakit jiwa Lawson sering kabur dan mencuri obat – obatan di rumah sakit bahkan dia juga memungut obat – obatan yang sudah tidak layak pakai atau kadaluarsa. Waktu itu di dalam penjaranya yang gelap dia meracik obat – obatan yang dia kumpulkan seperti obat penenang, obat sakit kepala, obat diare, dan obat obatan yang lain dia juga mencampurkan cairan alcohol dan spiritus ke ramuan gilanya itu, malam itu tanpa berfikir panjang setelah racikan obatnya sudah jadi dia langsung meminum ramuan nya.

Entah kenapa setelah beberapa menit yang terjadi tubuhnya merespon aneh dia muntah – muntah dan  mengamuk – ngamuk tak karuan “aagghh..  Aagghh… Eeaagghh…” hingga tanpa sadar dia membentur – benturkan tubuhnya ke kerangkeng sel tahanan dan membuat suara gaduh yang membuat penjaga sel penasaran dan ingin menghampirinya. Obat – obatan yang diracik oleh Lawson menyebabkan virus - virus HIV dan sel – sel kangker di tubuhnya bermutasi menjadi sebuah virus aneh yang tiba – tiba langsung menghentikan peredaran darah di jantungnya dan juga memecahkan pembuluh darah di bagian lehernya hingga dia memuntahkan darah begitu banyak di mulutnya. Tidak beberapa lama penjaga penjara datang dan terkejut melihat tubuh Lawson tergeletak di lantai yang penuh dengan darah, perlahan penjaga mulai membuka pintu sel dengan rasa ragu, dengan pelan dia mendekati tubuh Lawson, dia sudah sangat dekat dan perlahan memegang kepalanya lalu menarik rambutnya hingga wajahnya terlihat. “ Alamakk!! Ngeri kali wajah kau “ sebut penjaga sel karena kaget saat melihat wajah Lawson yang penuh dengan darah.

Penjaga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak rumah sakit untuk mengidentifikasi tentang kematian Lawson Dimas. Lalu tim rumah sakit membawa jenazah Lawson ke ruang otopsi Lawson di periksa oleh dokter laki – laki yang bernama Lukman dan suster cantik bernama Nana. Saat itu suster Nana sedang di suruh memeriksa jenazah lawson sebelum dokter Lukman datang karena doter lukman sedang mengurus jenazah lain, perlahan dia membuka matanya dan menyorotkan senter kecil kearah matanya terliahat putih matanya membiru dan agak kemerah – merahan  lalu perlahan membuka mulutnya dan memeriksa bagian mulutnya.

 Tidak beberapa lama saat suster memegang mulutnya tiba – tiba mata jenazah Lawson terbuka dan mengagetkan suster lalu dengan cepat tiba – tiba Lawson menggigit tangan suster itu dan dengan reflek cepat suster itu mengambil pisau bedah kecil dan langsung menusuk bagian kepala Lawson hingga mencipratkan darah kebaju putihnya, perlahan dia melepas gigitan Lawson dari tangannya, terlihat robekan kecil di tangan suster Nana dia pun melepas bajunya yang penuh dengan darah dan hanya mengenakan sehelai baju kaos tipis di tubuhnya. Dengan cepat suster Nana membersihkan semua cipratan darah di ruangan itu dan tidak beberapa lama dokter Lukman pun datang. Suster Nana merasa gugup perlahan mata dokter Lukman menjajah memandangi tubuh suster Nana dari ujung kaki sampai kebagian payudaranya, Dia merasa bergairah saat melihat suster Nana yang hanya memakai baju tipis dan sedikit curi pandang kebagian dadanya. “siang dok!! “ sebut suster Nana dengan pelan “ iya!! Siang!!” jawab dokter lukman dengan tegas. “Kenapa tangan kamu?? “ bicara dokter Lukman sambil menunjuk tangan suster Nana yang di balutnya dengan kain “ anu tadi terkena pisau pas lagi nyiapin alat” jawabnya dengan gugup “ mana sini saya lihat “ sebut dokter Lukman sambil meraih tangan suster Nana, perlahan membuka balutan kainnya dan terlihat luka sedikit sobekan di tangan suster Nana, Tiba – tiba di luka sobekan itu keluar sedikit darah “ berdarah lagi “ kata dokter dan dengan cepat langsung mengisap tangan suster Nana, “ eh jangan dok!! “ kata suster Nana, “ udah gak papa “ kata dokter lukman lalu menatap mata suster Nana.

Ternyata suster Nana juga menyukai dokter lukman, Tak beberapa lama mereka saling pandang, perlahan wajah mereka semakin mendekat dan mereka pun berciuman, perlahan tangan dokter lukman meraba di bagian dada suster Nana dan langsung mendorongnya ke tempat tidur yang kosong di ruangan itu. Mereka pun bercinta di ruang otopsi itu, tanpa mereka sadari virus yang sudah menyebar di tubuh suster Nana dan dokter lukman kembali bermutasi dan semakin ganas, di tambah dengan nafsu mereka yang kuat membuat virus itu semakin banyak berkembang biak. Merekapun selesai melakukan hubungan sex dan tidak menghiraukan jenazah Lawson yang tergeletak di tempat tidur. Setelah pulang kerumah masing – masing mereka berdua merasa aneh tapi mereka tetap tidak menghiraukan keadaan tubuhnya. Malam pun tiba dokter Lukman kembali menghampiri apartemen suster Nana dan kembali melakukan hubungan sex, virus itu semakin berkembang bermutasi dan semakin berbahaya. Selesai berhubungan sex dengan suster Nana dokter Lukman pergi kesebuah diskotik untuk minum – minum dengan temannya. Suster Nana merasa lelah, tubuhnya terlihat sangat pucat, saat ingin tidur dia mengeluh – eluh karena perutnya sakit. Tiba – tiba perlahan perutnya membesar, suter Nana sangat terkejut merasa kesakitan perlahan perutnya sudah sangat besar hingga membuat daster tipis yang di pakainya menjadi sobek, terlihat berutnya bergerak – gerak seperti ada yang mendorong.

            Rabu 29 Agustus 2018 Pukul 23.10 perut suster Nana semakin membesar lalu tiba – tiba sobek dan muncul tangan yang penuh dengan darah. Rasa sakit luar biasa menyerang suster Nana iya terkejut melihatnya hingga berteriak keras “aaaaaggghhh!!!” makhluk yang ada di tubuhnya pun keluar, suster Nana pun tewas dengan perutnya yang terkoyak – koyak. Moster itu terlihat mengerikan dengan kuping lancip seperti elf dan tubuh kecil tapi berotot dengan gigi – gigi tajam dan rambut panjang dengan botak di tengahnya, dia bergerak cepat dan langsung keluar menghancurkan jendela apartemen. Kurang dari satu menit  tubuh suster Nana kembali bergerak dia seperti hidup lagi tapi bukan sebagai manusia, Dia sudah menjadi Zombie yang lapar. Orang – orang di apartemen yang tadi terkejut dengan teriakan Suster nana langsung menuju kamarnya suster nana, dengan keras dia mengetuk – ngetuk pintunya tapi tidak ada jawaban, vlalu perlahan membuka pintu kamarnya dan zombie suster Nana dengan cepat langsung menerkam seorang laki – laki yang berada didepan pintu. Orang – orang terkejut melihatnya terlihat suster Nana yang penuh dengan darah, menidih seorang laki – laki dan menggigit bagian punggungnya, lalu ada seorang laki – laki yang ingin memisahkan mereka dengan menarik bahu suster Nana dengan kedua tangannya, dan Zombie suster Nana berbalik menyerang laki – laki di belakangnya.

Kamis 30 Agustus 2018 Pukul 05:50 virus sudah menyebar di daerah apartemen suster Nana dan diskotik yang di sebarkan oleh dokter lukman yang sudah berubah menjadi zombie dan sisanya di sebarkan oleh anak zombie yang ganas. Jum’at 31 Agustus 2018 21 : 40 virus sudah menyebar kesebagian kota pemerintah sudah menghimbau untuk semua lapisan masyarakat dari semua stasiun televisi mau pun radio untuk segera mencari perlindungan. Seluruh pasukan militer dan kepolisian sudah di kerahkan untuk mengamankan, mencari dan mengavakuasi  masyarakat. Kota jadi kacau, gedung porak – poranda karena ledakan – ledakan dari geranat. Pemerintah ketakutan lalu menutup semua akses keluar negeri agar Negara lain tidak ada yang tahu bahwa virus yang mematikan dapat yang membuat orang menjadi zombie sudah menyebar di Negara ini. Karena akan bahaya, mungkin Negara lain akan mengebom atom atau nuklir agar seluruh Negara ini hancur supaya tidak menyebar kenegara mereka.