Survive
Rabu 29 Agustus 2018, Pagi ini
langit sangat gelap hari begitu mendung, “Yah!! Mau hujan ya, Harus cepet –
cepet nih entar kehujanan lagi, Ga bisa kuliah, heemm!!“ Nama aku Revan
Saputra, Aku seorang mahasiswa biasa yang sukanya traveling dan berpetualang, aku
tinggal di sebuah kost kecil, orang tua aku dan keluarga aku semuanya di kampung,
di saat – saat petualangan aku ditemani oleh sahabat – sahabat terbaik aku
Miya, Tofan, Yuni, dan Adit. Miya adalah cewe belasteran indo – jepang ibunya
jawa dan bapaknya asli kelahiran jepang jadi bentuk fisiknya agak menjurus
kejepang badannya putih mukanya manis dengan giginya gingsulnya, Memiliki poni
rata dan rambut panjang lurus kebawah. Orangnya manis cantik tapi kalo ngomong
lucu, kalo ngomong jawanya keluar medok banget trus kalo dia senyum atau ketawa
itu manis gingsulnya keliatan bikin ngangenin.
Trus si Tofan, Tofan adalah
mahasiswa aktif di pencinta alam, orangnya ganteng kami sering nyebut dia anak
gunung hobinya kemping sama naik gunung. Trus si Yuni dia juga mahasiswa aktif tapi
di olah raga bulu tangkis (Badminton), orangnya cantik, berambut pendek memakai
behel di giginya, orangnya agak cuek dan suka marah – marah. Trus yang terakhir
Adit, dia gak kuliah karena sibuk ngurusin kafenya sendiri, dia pemilik kafe di
dekat kampus, tempat dimana aku kerja sambilan, ya bisa di bilang dia itu boss aku,
tapi dianya gak mau di panggil boss mungkin karena gak enak aja, soalnya aku
sama adit yang membangun kafe itu dari nol dan modalnya dari bokapnya adit. Aku
akrab banget sama bokap dan nyokapnya adit dan udah di anggep kaya keluarga
sendiri, kadang aku juga suka numpang makan kerumah adit kalo lagi boke.
Sore itu kami semua lagi ngumpul
– ngumpul di kafenya Adit, Trus ngomongin tentang rencana Traveling karena saat
ini lagi liburan. Rencananya sih kami pengen kepantai, santai sambil bakar –
bakar tapi si tofan ngasih usul buat survive di gunung,
Tofan : “Bosan ah pantai
mulu, kita survive di gunung aja 4 hari gimana?? disitu juga deket pantai kok.
Berani gak?? “
Yuni : “Gila lo fan 4 hari di gunung ngapain aja”
Aku : “ Perjalanannya jauh yun “
Tofan : “ iya!! Bener tuh si Revan. Jalan kesananya kira – kira
hampir satu hari .soalnya jalan kaki gak bisa pake alat trasportasi “
Yuni : “ ohh gitu!! “
Miya : “ itu jalannya satu hari nonstop apa ndha!! Klo kita ndha
istirhat bisa mati tau , Hhahah… “
Tofan : “ yaialah istirahat, nanti disana ada dua pos
peristirahatan . di tengah hutan sama di pinggir danau. Klo di tengah hutan ada
peristirahatan seperti rumah pohon, kalo di pinggir danau biasa aja tapi
danaunya keren airnya jernih banyak ikannya di jamin aman gak ada buayanya,
hahah… “
Tofan pun menceritakan semuanya
tentang gunung itu, dan akhirnya kami semua sepakat untuk liburan kegunung itu
adalah Mahaganang, gunung tertinggi di Negara ini. Kami membagi team untuk
mempersiapkannya pertama aku dan tofan mempersiapkan peralatan naik gunung
seperti camp, matras, alat masak portable dan lain lain, sedangkan miya dan
yuni mempersiapkan bahan pangan yang instan dan mudah dibuat, seperti mie
instan , sardine kaleng, kornet dan lain-lain, trakhir si adit mempersiapkan
alat trasportasi seperti mobil, tiket kereta dan lain-lain. Rencananya kami
akan berangkat mulai rabu 29 agustus
2018 dan pulangnya hari Senin tanggal 3 sebtember 2018
…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar