Kamis, 03 Maret 2016

Death or Dead Part II



Survive

Rabu 29 Agustus 2018, Pagi ini langit sangat gelap hari begitu mendung, “Yah!! Mau hujan ya, Harus cepet – cepet nih entar kehujanan lagi, Ga bisa kuliah, heemm!!“ Nama aku Revan Saputra, Aku seorang mahasiswa biasa yang sukanya traveling dan berpetualang, aku tinggal di sebuah kost kecil, orang tua aku dan keluarga aku semuanya di kampung, di saat – saat petualangan aku ditemani oleh sahabat – sahabat terbaik aku Miya, Tofan, Yuni, dan Adit. Miya adalah cewe belasteran indo – jepang ibunya jawa dan bapaknya asli kelahiran jepang jadi bentuk fisiknya agak menjurus kejepang badannya putih mukanya manis dengan giginya gingsulnya, Memiliki poni rata dan rambut panjang lurus kebawah. Orangnya manis cantik tapi kalo ngomong lucu, kalo ngomong jawanya keluar medok banget trus kalo dia senyum atau ketawa itu manis gingsulnya keliatan bikin ngangenin.

Trus si Tofan, Tofan adalah mahasiswa aktif di pencinta alam, orangnya ganteng kami sering nyebut dia anak gunung hobinya kemping sama naik gunung. Trus si Yuni dia juga mahasiswa aktif tapi di olah raga bulu tangkis (Badminton), orangnya cantik, berambut pendek memakai behel di giginya, orangnya agak cuek dan suka marah – marah. Trus yang terakhir Adit, dia gak kuliah karena sibuk ngurusin kafenya sendiri, dia pemilik kafe di dekat kampus, tempat dimana aku kerja sambilan, ya bisa di bilang dia itu boss aku, tapi dianya gak mau di panggil boss mungkin karena gak enak aja, soalnya aku sama adit yang membangun kafe itu dari nol dan modalnya dari bokapnya adit. Aku akrab banget sama bokap dan nyokapnya adit dan udah di anggep kaya keluarga sendiri, kadang aku juga suka numpang makan kerumah adit kalo lagi boke.

Sore itu kami semua lagi ngumpul – ngumpul di kafenya Adit, Trus ngomongin tentang rencana Traveling karena saat ini lagi liburan. Rencananya sih kami pengen kepantai, santai sambil bakar – bakar tapi si tofan ngasih usul buat survive di gunung,

Tofan :  “Bosan ah pantai mulu, kita survive di gunung aja 4 hari gimana?? disitu juga deket pantai kok. Berani gak?? “

Yuni : “Gila lo fan 4 hari di gunung ngapain aja”

Aku : “ Perjalanannya jauh yun “

Tofan : “ iya!! Bener tuh si Revan. Jalan kesananya kira – kira hampir satu hari .soalnya jalan kaki gak bisa pake alat trasportasi “

Yuni : “ ohh gitu!! “

Miya : “ itu jalannya satu hari nonstop apa ndha!! Klo kita ndha istirhat bisa mati tau , Hhahah… “

Tofan : “ yaialah istirahat, nanti disana ada dua pos peristirahatan . di tengah hutan sama di pinggir danau. Klo di tengah hutan ada peristirahatan seperti rumah pohon, kalo di pinggir danau biasa aja tapi danaunya keren airnya jernih banyak ikannya di jamin aman gak ada buayanya, hahah… “

Tofan pun menceritakan semuanya tentang gunung itu, dan akhirnya kami semua sepakat untuk liburan kegunung itu adalah Mahaganang, gunung tertinggi di Negara ini. Kami membagi team untuk mempersiapkannya pertama aku dan tofan mempersiapkan peralatan naik gunung seperti camp, matras, alat masak portable dan lain lain, sedangkan miya dan yuni mempersiapkan bahan pangan yang instan dan mudah dibuat, seperti mie instan , sardine kaleng, kornet dan lain-lain, trakhir si adit mempersiapkan alat trasportasi seperti mobil, tiket kereta dan lain-lain. Rencananya kami akan berangkat mulai  rabu 29 agustus 2018 dan pulangnya hari Senin tanggal 3 sebtember 2018

Pagi buta pukul 04:30 semua barang sudah kami packing dan semua orang sudah lengkap kami pun langsung pergi ke stasiun kereta sayonara kira - kira 4 jam waktu tempuh yang di perlukan untuk sampai kedaerah gunung itu berada dengan naik kereta dari kota kami, setelah 4 jam berlalu kami pun sampai di kota kecil dekat gunung mahaganang dan kami harus naik mobil lagi untuk sampai ke desa terakhir yang bisa di lewati dengan alat trasportasi. Kira – kira sekitar satu jam. Di perjalanan pemandangannya sangat indah dan tidak terasa kami sudah sampai di desa terakhir. Dan sisanya kami harus jalan kaki untuk bisa sampai ke puncak gunung mahaganang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar